3 Langkah Mudah Menyusun Struktur Skala Upah

Struktur skala upah

Struktur skala upah

Struktur Skala Upah

Selamat pagi teman-teman, di pagi yang cukup dingin ini (karena saya tinggal di Bandung) dengan ditemani secangkir coklat hangat buatan istri tercinta, mari kita mulai pembahasan ringan tentang Salary Structure.

Pertanyaan pertama yang sering muncul adalah, apa sih Struktur dan Skala Upah / Salary Structure itu?

Well, secara sederhana, Struktur Skala Upah / Salary Structure adalah susunan upah dari yang terendah hingga yang tertinggi. Artinya disini secara gamblang terpampang rate gaji karyawan dari karyawan (mohon maaf) kelas bawah, hingga ke pucuk level tertinggi, yakni direktur.

Salary Structure ini selain penting untuk perusahaan, ternyata juga merupakan mandat wajib dari pemerintah yang bahkan jika tidak punya Salary Structure, terhitung mulai 23 Oktober 2017, perusahaan dapat kenakan sanksi (lihat Pasal 14 (2) & (3) PP 78 Tahun 2015).

Wah wah wah, sudah gak bisa main-main nih,  Salary Structure harus segera dibuat oleh pengusaha.

Duh, trus bagaimana caranya bikin Struktur Skala Upah / Salary Structure?

Tenang kawan, dengan membaca blog kece ini, semoga dapat membantu anda untuk membuat Salary Structure secara sederhana, yuk disruput dulu cokelat hangatnya.

Salary Structure adalah kewenangan mutlak pengusaha, sehingga dalam membuatnya terserah pengusaha mau seperti apa dan tidak perlu ada kesepakatan dengan pekerja atau serikat. Berikut contoh sederhana dari Salary Structure :

No Golongan Upah Min Upah Max
1 OB               2,500,000               3,500,000
2 Staff               3,000,000               4,500,000
3 Manajer               7,000,000             15,000,000
4 Direktur             20,000,000             30,000,000

Sambil merem pun, pengusaha bisa saja langsung membuat Salary Structure seperti diatas, dan sah-sah saja. Toh memang Salary Structure ini hak prerogatif pengusaha.

Akan tetapi, jika pengusaha sendiri bingung untuk menentukan Salary Structure, berikut ini saya sampaikan 3 langkah mudah membuat Salary Structure :

Langkah #1 : Tentukan Angka Awalnya Berdasarkan Golongan Yang Ada Di Perusahaan

Dari 4 kolom berikut, anda harus menentukan isi 2 kolom awal.

Golongan Batas Upah Min Nilai  Tengah Batas  Upah    Max Spread (%)
1 Rp. xxx Rp. xxx Rp. xxx xx %
2 Rp. xxx Rp. xxx Rp. xxx xx %
3 Rp. xxx Rp. xxx Rp. xxx xx %

Cara menentukannya, silakan anda berpikir sejenak, mau dilevel mana perusahaan anda berada? Minimal ada 3 opsi yang mungkin, yaitu :

  1. Menjadi Perusahaan yang numero uno, artinya rate perusahaan anda harus diatas harga pasar
  2. Menjadi Peruashaan yang midle saja, artinya anda cukup memasang sesuai harga pasar
  3. Menjadi Perusahaan ala kadarnya, kalo ini cukup memasang rate dibawah harga pasar

Langkah #2 : Gunakan Rumus Ini

Setelah menentukan 2 dari 4 kolom diatas, sekarang tinggal mengisi kolom lain dengan menggunakan rumus berikut ini :

rumus

Langkah #3 : Rapihkan Hasil Perhitungan

Jika sudah memasukan hasil perhitungan rumusnya, maka langkah terakhir hanya tinggal merapihkan saja dan selamat, anda sudah berhasil membuat Struktur Skala Upah / Salary Structure.

Untuk memudahkan merangkum artikel ini, berikut saya berikan ringkasannya, silakan didownload…..

membuat-salary-structure

Itulah kawan cara sederhana untuk membuat Salary Structure di perusahaan anda.

Jika anda ingin membuat  Salary Structure yang lebih mendetail dan kompleks, silakan menghubungi saya melalui email : admin@manajemensdm.net untuk dilakukan konsultasi dan pendampingan oleh tim Konsultan kami.

7 comments on “3 Langkah Mudah Menyusun Struktur Skala Upah
  1. Mohon ijin berpendapat ya…

    Bahwa SSU sebagaimana ketentuan dalam Permenaker 1/2017 adalah berisikan “Upah Pokok”.
    Sementara seorang Direktur yang diangkat oleh RUPS, maka Direktur dimaksud sebagai pemberi kerja/pengusaha/perusahaan sebagaimana diatur dalam dalam pasal 1 angka 4, angka 5 dan angka 6 UU 13/2003. Oleh karenanya, seorang Direktur tidak menerima “Upah Pokok” sebagaimana dimaksud dalam UU 13/2003, PP 78/2015 maupun Permenaker 1/2017, sehingga penghasilan seorang Direktur yg diangkat oleh RUPS tidak perlu dimasukkan ke dalam SSU.

    Demikian dan terima kasih.

    Salam,
    Barkah

    • Hai Pak Barkah,

      Terimakasih telah berkunjung dan memberikan pandangan.

      Sangat menarik pandangannya.

      Memang betul Direktur diangkat melalui RUPS dan benefitnya berbeda dengan karyawan pada umumnya.

      Terimakasih telah menjadi bagian dari ManajemenSDM.net

      Salam HR
      Himawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *