Cara Membuat Struktur dan Skala Upah (Edisi : Struktur dan Skala Upah)

Membuat Struktur dan Skala Upah

Membuat Struktur dan Skala Upah

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net, hari ini saya akan melanjutkan artikel berseri tentang Membuat Struktur dan Skala Upah.

Edisi kali ini adalah edisi terakhir dari 5 edisi Cara Membuat Struktur dan Skala Upah.

Sembari menikmati uniknya Chewy Soes Durian yang super maknyus dari Belah Doeren, mari kita pelajari artikel terbaru hari ini.

Artikel hari ini merupakan edisi terakhir dari artikel berseri tentang Membuat Struktur dan Skala Upah.

Jika anda belum membacanya, silakan klik link dibawah ini, agar lebih “nyambung” baca artikel hari ini :

  1. Edisi Pengantar
  2. Edisi Job Design Unit
  3. Edisi Analisis Jabatan
  4. Edisi Evaluasi Jabatan

Sebelum memulai pembahasan membuat Struktur dan Skala Upah, Ada 4 tujuan yang ingin dicapai dalam membuat Struktur dan Skala Upah :

  • Tujuan strategis, yakni mendukung filosofi perusahaan
  • Tujuan kesetaraan internal, yakni menerapkan prinsip keadilan (equity)
  • Tujuan kesetaraan eksternal, yakni merekrut dan mempertahankan pegawai
  • Tujuan administrasi, yakni mencapai kesederhanaan pelaksanaan

Struktur dan Skala upah ini murni kebijakan Perusahaan, dan menyesuaikan strategi Perusahaan.

Sehingga tidak ada patokan baku berapa angka-angkanya. Semua murni pilihan dan pertimbangan dari strategi Perusahaan.

Berikut langkah-langkahnya menyusun Struktur dan Skala Upah. Cekidot.

Langkah #1 : Menentukan Nilai Jabatan Setiap Posisi

Anda semestinya sudah memiliki tabel dari hasil Evaluasi Jabatan seperti ini :

JABATAN BOBOT JABATAN
Direktur 870
Kepala Divisi Produksi 700
Manajer Pemasaran 650
Supervisor HR 510
Accountant 340
Administrator 265
Sekertaris 200
Clerk 156
Operator Produksi 125
Security 115
Office Boy 110

Jika anda belum memiliki tabel tersebut, silakan melakukan Evaluasi Jabatan terlebih dahulu. Simak cara melakukan Evaluasi Jabatan disini

Mengacu kepada Tabel Evaluasi Jabatan di atas, tentukan nilai jabatan dan gradenya.

Contohnya seperti ini :

  • Bobot jabatan tertinggi 870, kemudian saya bulatkan menjadi 900
  • Bobot jabatan terendah 110, kemudian saya bulatkan menjadi 100

Perusahaan menetapkan kebijakan sebagai berikut (ingat, karena kebijakan maka tergantung strategi perusahaan) :

  • Dibuatkan 8 level golongan
  • Range setiap level adalah 100

Sehingga ditemukan tabel Nilai Jabatan dan Grade seperti ini :

NILAI JABATAN Grade
101 – 200 1
201 – 300 2
301 – 400 3
401 – 500 4
501 – 600 5
601 – 700 6
701 – 800 7
801 – 900 8

Langkah #2 : Menentukan Nilai Upah Tertinggi dan Terendah

Sekarang lihat kembali Tabel Evaluasi Jabatannya, tentukan gaji terendah dan tertingginya.

Anda cukup melihat ke dua posisi saja. Yakni posisi tertinggi dan posisi terendah.

Misal saya beri contoh seperti ini :

  • Gaji tertinggi adalah milik Direktur, sebesar Rp 70 juta
  • Gaji terendah adalah milik Office Boy sebesar Rp 4 juta

Kembali diingat bahwa ini adalah murni kebijakan perusahaan berdasarkan strategi perusahaan. Jadi memang tidak ada patokan angkanya.

Simpan baik-baik angka tersebut, kita akan gunakan lagi nanti.

Langkah #3 : Menentukan Spread (Rentang Gaji)

Dengan melihat Nilai Jabatan dan Grade yang sudah dibuat di langkah #1, selanjutnya tentukan Spreadnya.

Spread adalah rentang atau lebarnya selisih antara gaji terendah dan tertinggi disetiap golongan.

Tidak ada patokan khusus berapa spread yang ideal. Semua kembali kepada strategi Perusahaan.

Saran saya, untuk posisi yang sulit mencari kandidatnya atau posisi kunci, maka spreadnya diperlebar.

Sedangkan yang cukup mudah mencari kandidat di level itu, maka spreadnya tidak lebar juga masih oke.

Contohnya sebagai berikut :

NILAI JABATAN Gol SPREAD
101 – 200 1 40%
201 – 300 2 40%
301 – 400 3 60%
401 – 500 4 60%
501 – 600 5 80%
601 – 700 6 120%
701 – 800 7 150%
801 – 900 8 200%

Langkah #4 : Menentukan Upah Terendah, Tengah dan Tertinggi

Langkah selanjutnya, buatlah tabel dari Langkah #3 menjadi seperti dibawah ini :

NILAI JABATAN Gol SPREAD UP. MIN UP. MID UP. MAX
101 – 200 1 40%      
201 – 300 2 40%      
301 – 400 3 60%      
401 – 500 4 60%      
501 – 600 5 80%      
601 – 700 6 120%      
701 – 800 7 150%      
801 – 900 8 200%    

Keterangan : UP. MIN adalah Upah Minimum, UP.MID adalah Upah Middle, UP. MAX adalah Upah Maximum

Isi tabel di atas sesuai dengan gaji tertinggi dan terendah yang telah anda tentukan di langkah #2.

Angka tersebut dapat ada isi di UP MIN atau UP MID atau UP MAX, tergantung strategi anda.

Misalnya, jika anda ingin angka gaji terendah dan tertinggi itu menjadi patokan tertinggi, maka letakan angka itu di UP MAX. Atau jika anda ingin angka tersebut menjadi patokan tengah2, maka dapat anda masukan di UP MID.

Saya beri contoh jika diletakan di UP MID, maka hasilnya akan seperti ini :

NILAI JABATAN Gol SPREAD UP. MIN UP. MID UP. MAX
101 – 200 1 40%   4.000.000  
201 – 300 2 40%      
301 – 400 3 60%      
401 – 500 4 60%      
501 – 600 5 80%      
601 – 700 6 120%      
701 – 800 7 150%      
801 – 900 8 200%   70.000.000

 




Langkah #5 : Tentukan Upah di Setiap Level

Sekarang anda akan mengisi upah disetiap level golongan.

Saran saya, agar tidak terlalu bingung untuk menentukan upah setiap level golongan, gunakan rumus GROWTH pada excel anda.

Silakan buka excel anda kemudian masukan rumus GROWTH.

Hasilnya akan seperti dibawah ini :

NILAI JABATAN Gol SPREAD UP. MIN UP. MID UP. MAX
101 – 200 1 40%   4.000.000  
201 – 300 2 40%   6.020.560  
301 – 400 3 60%   9.061.784  
401 – 500 4 60%   13.639.253  
501 – 600 5 80%   20.528.984  
601 – 700 6 120%   30.898.992  
701 – 800 7 150%   46.507.305  
801 – 900 8 200%   70.000.000

Note : Jika anda belum mengenal atau bingung menggunakan rumus GROWTH, silakan googling terlebih dahulu. Ada banyak penjelasan rumus GROWTH. Atau anda bisa juga menuliskan =Growth di excel anda, maka akan muncul secara otomatis.

Langkah #6 : Menentukan Upah Lengkap

Tinggal satu langkah lagi, anda akan selesai membuat Struktur dan Skala Upah. uhuyyy….

Langkah terakhir ini adalah mengisi kolom-kolom upah yang masih kosong.

Cara mudah, cukup mengikuti rumus dibawah ini

Dari rumus diatas, anda dapat menemukan angka di kolom yang masih kosong.

Sehingga tabelnya menjadi lengkap seperti ini :

NILAI JABATAN SPREAD Gol UP. MIN UP. MID UP. MAX
101 – 200 40% 1 3.333.333 4.000.000 4.666.667
201 – 300 40% 2 5.017.133 6.020.560 7.023.986
301 – 400 60% 3 6.970.603 9.061.784 11.152.965
401 – 500 60% 4 10.491.733 13.639.253 16.786.773
501 – 600 80% 5 14.663.560 20.528.984 26.394.407
601 – 700 120% 6 19.311.870 30.898.992 42.486.114
701 – 800 150% 7 26.575.603 46.507.305 66.439.007
801 – 900 200% 8 35.000.000 70.000.000 105.000.000

SELAMAT, anda telah membuat Struktur dan Skala Upah dengan motede yang lebih kompleks.

Angka-angka di atas adalah angka panduan saja. Anda bisa mengubahnya sesuai dengan kebutuhan dan strategi perusahaan.

Kalo anda merasa njelimet dengan cara di atas dan ingin membuat yang sederhana, silakan baca artikel 3 Langkah Mudah Membuat Struktur dan Skala Upah (klik disini)

Selesai anda membuat Struktur dan Skala Upah, selanjutnya anda perlu menginfokannya ke Disnaker dan Pekerja.

Silakan baca panduan menginfokan Struktur Upah ke Disnaker dan Pekerja disini

Demikian artikel hari ini, semoga bermanfaat.

Pantau terus ManajemenSDM.net untuk mendapatkan ilmu-ilmu HR / SDM terkini.

Salam HR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *