Pentingnya Melakukan Performance Appraisal Di Perusahaan Anda

Free stock photo of pen, writing, notes, school

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Hari ini saya ingin berbagi tentang Performance Appraisal atau dalam bahasa Indonesia disebut Penilaian Prestasi Kerja.

Mari kita pelajari lebih lanjut artikel hari ini, cekidot.

Apakah anda sebagai praktisi HRD pernah melihat karyawan yang motivasi kerjanya jelek, absensinya jelek, kinerjanya jelek, tapi tetap bertahan di Perusahaan?

Sudah diberikan training, diberikan konseling, diberikan pengarahan dan lain sebagainya tapi tidak ada perubahan berarti.

Jika iya, maka bisa jadi anda gagal atau tidak menerapkan atau bahkan tidak memiliki sistim Penilaian Prestasi Kerja (Performance Appraisal).

Karyawan ndableg tersebut termasuk kategori “Dead Wood” Employee.

Karyawan model ini tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan pada Perusahaan anda, justru malah akan menjadi beban berat bagi Perusahaan.

Bayangkan jika karyawan tipe “dead wood” ini dominan di Perushaan anda. Sudah kebayang muramnya produktivitas Perusahaan anda, yang makin lama jika tidak diperbaiki akan semakin terdengar lonceng kebangkrutan Perusahaan anda.

Lantas bagaimana untuk menghindari memiliki atau mendeteksi lebih dini keberadaan “dead wood” employee ini? Bagaimana menyikapinya?

Cara untuk mendeteksinya adalah dengan dilakukan Penilaian Prestasi Kerja (Performance Appraisal).

Tulisan hari ini semoga membantu anda untuk memahami lebih dalam mengenai pentinnya Penilaian Prestasi Kerja (Performance Appraisal).

Dalam bukunya yang berjudul Personnel Management and Employee Relations, Dale Yoder mengemukakan bahwa “Penilaian Prestasi Kerja dilakukan karena setiap karyawan mempunyai karakter dan kemampuan kerja yang berbeda”.

Selanjutnya Dale Yoder menyebutkan bahwa “Sistem penilaian kerja dirancang dan digunakan agar tidak terjadi penilaian karyawan secara subjektif”.

Umumnya, Penilaian Prestasi Kerja dilakukan oleh Perusahaan minimal satu tahun sekali. Bahkan ada yang melakukannya setahun dua kali, atau 6 bulan sekali.

Secara umum, bagi Perusahaan, penerapan Penilaian Prestasi Kerja bertujuan untuk membantu Perusahan mencapai target bisnisnya.

Sedangkan bagi Karyawan, Penilaian Prestasi Kerja bertujuan untuk mengetahui apa yang diharapkan oleh Perusahaan dari mereka dan dapat mengetahui umpan balik (feedback) dari prestasi kerja yang telah mereka lakukan.

Hasil akhir dari Penilaian Prestasi Kerja, apabila dilakukan dengan cara yang objektif dan teknik yang benar, akan terlihat pengkategorian karyawan.

Secara umum, kategorinya terbagi menjadi 3 kategori, yaitu :

#1 : Star Employee

Ini adalah tipe karyawan dengan prestasi puncak. Karyawan yang selalu bekerja dengan sangat baik.

Bahkan mereka seringkali bekerja melampaui target.

Kepada mereka dalam kategori inilah Perusahan dapat berharap banyak untuk pengembangan bisnis Perusahaan.

Berbahagialah jika banyak dari karyawan anda masuk dalam kategori ini.

#2 : Back bone Employee

Mereka adalah karyawan yang suka timbul tenggelam di dalam Perusahaan.

Kadang mereka menonjol, namun dilain waktu mereka tidak terlihat giginya.

Mereka umumnya bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan Perusahan dari mereka, dan tidak lebih.

Walaupun mereka sebenarnya mampu untuk memberikan lebih dari yang diminta Perusahaan, namun mereka sudah terbiasa untuk tidak mengerjakan lebih dari apa yang diminta.

Tipe karyawan kategori ini umumnya sangat dominan di dalam Perusahaan.

#3 : Dead wood Employee

Golongan ini disebut golongan kayu mati karena ibarat sebuah dahan yang sudah mati, sudah tidak ada daunnya lagi, sudah kering, dan sudah tidak ada produktivitas lagi.

Karyawan yang termasuk kategori ini sudah tidak ada produktivitas lagi. Mereka ibaratnya hanya menunggu kapan pensiun atau pensiun dini.

Mereka sangan membutuhkan perhatian besar dari managemetn, dan management pun harus sesegara mungkin memberikan action yang tepat untuk mereka.

Jadi segeralah dan rutinkanlah melakukan Performance Appraisal di Perusahaan anda.

Agar management tahu, mana karyawan yang mampu berlari bersama Perusahaan, mana yang hanya jalan kaki saja, dan mana yang hanya berdiam diri.

Demikianlah artikel hari ini, semoga bermanfaat untuk rekan-rekan semua. Di artikel lain insya Allah saya akan membahas tentang cara-cara melakukan Performance Appraisal.

Salam HR

     Image result for lazada indonesia logo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *