Mengenal TAPERA, Tabungan Perumahan Rakyat

Tabungan Perumahan Rakyat

Tabungan Perumahan Rakyat

Tabungan Perumahan Rakyat

Semangat pagi para pembaca ManajemenSDM.net

Hari ini saya ingin berbagi artikel mengenai Tabungan Perumahan Rakyat atau yang dikenal dengan sebutan TAPERA.

TAPERA ini sendiri kemungkinan akan mulai dijalankan pada tahun 2018.

Untuk memahami pemahaman awal mengenai TAPERA, mari kita telaah bersama artikel hari ini.

Tabungan Perumahan Rakyat adalah program pemerintah untuk pembiayaan untuk Perusahan rakyat.

Menurut Undang-undang, yang dimaksud Tabungan Perumahan Rakyat adalah penyimpanan yang dilakukan oleh Peserta secara periodik yang hanya dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan atau dikembalikan beserta hasil pemupukannya.

Tujuan penerapan Tapera ini adalah untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang  untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi Peserta

Kapan TAPERA ini diberlakukan?

Jika merujuk pada UU Tapera (anda dapat mendownloadnya disini), BP TAPERA harus sudah beroperasi secara penuh paling lambat 2 tahun sejak UU TAPERA disahkan.

UU TAPERA sendiri disahkan tanggal 24 Maret 2016, sehingga mestinya tanggal 24 Maret 2018 BP TAPERA sudah beroperasi secara penuh.

Untuk memudahkan pemahaman hal-hal penting terkait Tapera, berikut 5 hal penting yang perlu diketahui praktisi HR mengenai Tapera. cekidot.

#1 : PESERTA TAPERA

Yang wajib menjadi peserta Tapera adalah setiap pekerja dan pekerja mandiri yang memiliki penghasilan minimal UMK dan telah berusia 20 tahun atau telah menikah pada saat mendaftar.

Siapa itu pekerja mandiri?

Jika pekerja adalah orang yang bekerja untuk orang lain dan mendapat upah dari pemberi kerja, maka pekerja mandiri adalah orang yang bekerja dan mendapatkan upah namun tidak tergantung kepada pemberi kerja.

Untuk pekerja, wajib didaftarkan oleh pemberi kerja untuk menjadi peserta Tapera.

Sedangkan pekerja mandiri harus mendaftarkan sendiri untuk menjadi peserta Tapera.

Sama seperti BPJS, peserta juga nantinya akan mendapatkan kartu dan nomor kepesertaan.

Namun yang unik, di UU Tapera disebutkan bahwa Peserta dibuatkan rekening individu yang menggambarkan
saldo Simpanan Peserta.

Entah ini berupa virtual account, atau akun bank tersendiri.

#2 : BERAKHIRNYA KEPESERTAAN TAPERA

Kepesertaan Tapera berakhir karena:

a. telah pensiun bagi pekerja;

b. telah mencapai usia 58 (lima puluh delapan) tahun bagi Pekerja Mandiri;

c. Peserta meninggal dunia; atau

d. Peserta tidak memenuhi lagi kriteria sebagai peserta selama 5 (lima) tahun berturut_turut.

Ada yang unik juga, yakni untuk pekerja yang pindah kerja, maka perusahaan yang lama dan yang baru wajib melaporkan perubahan tersebut kepada Bank Kustodian.

Unik menurut saya, karena perusahaan harus melaporkan ke bank terkait, bukan ke Badan Pengelola Tapera.

Siapa Bank Kustodian itu?

Bank Kustodian bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari OJK untuk menjalankan usaha jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain.

Kembali ke berakhirnya kepesertaan Tapera, khusus untuk berakhir karena telah pensiun atau mencapai usia 58 tahun, diperbolehkan untuk mendaftar kembali menjadi peserta Tapera.

#3 : BESARAN IURAN TAPERA

Ini yang paling ditunggu-tunggu, berapa besaran iuran Tapera ini.

Dan jawabannya adalah, belum ada aturannya. 😀

Di UU Tapera sendiri hanya menyebutkan bahwa ketentuan mengenai besaran simpanan Tapera ini akan diatur tersendiri dalam Peraturan Pemerintah.

So, pantau terus ManajemenSDM.net ya untuk updatenya. Nanti insya Allah akan kami update besaran iuran Tapera setelah ada peraturan pemerintahnya.

#4 : JENIS PEMUPUKAN DANA

Ada dua jenis prinsip pemupukan dana simpanan Tapera ini. Yakni menggunakan prinsip Konvensional dan prinsip Syariah.

Ini hal baik menurut saya, karena peserta dapat bebas memilih metode mana yang cocok dengan dirinya.

Adapaun detail contohnya adalah sebagai berikut :

Pemupukan dengan prinsip konvensional berupa:

a. deposito perbankan;

b. surat utang pemerintah pusat;

c. surat utang pemerintah daerah;

d. surat berharga di bidang perumahan dan kawasan permukiman; dan/ atau

e. bentuk investasi lain yang aman dan menguntungkan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undan gan.

Pemupukan dengan prinsip syariah berupa:

a. deposito perbankan syariah;

b. surat utang pemerintah pusat (sukuk);

c. surat utang pemerintah daerah (sukuk);

d. surat berharga syariah di bidang perumahan dan kawasan permukiman; dan/atau

e. bentuk investasi lain yang aman dan menguntungkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

#5 : KEMANFAATAN TAPERA BAGI PESERTA

Tentu dengan mengikuti program Tapera, ada harapan untuk dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.

Pembiayaan perumahan bagi Peserta meliputi pembiayaan:

a. pemilikan rumah;

b. pembangunan rumah; atau

c. perbaikan rumah.

Pembiayaan perumahan mempunyai ketentuan:

a. merupakan rumah pertama;

b. hanya diberikan 1 (satu) kali; dan

c. mempunyai nilai besaran tertentu untuk tiap-tiap pembiayaan perumahan.

Untuk mendapatkan pembiayaan perumahan, Peserta harus memenuhi persyaratan:

a. mempunyai masa kepesertaan paling singkat 12 (dua belas) bulan;

b. termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah;

c. belum memiliki rumah; dan/atau

d. menggunakannya untuk pembiayaan kepemilikan rumah, pembangunan rumah, atau perbaikan rumah pertama.

Dari poin-poin di atas, dapat terlihat bahwa pembiayaan ini hanya untuk golongan masyarakat berpenghasilan tertentu.

Sehingga bagi yang penghasilannya diatas ambang batas Tapera, hanya akan memperoleh hasil pemupukannya saja (Belum diketahui akan diberikan kontan atau tidak).

Demikian artikel hari ini mengenai Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera, semoga bermanfaat.

Salam HR Juara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *