Geser Hari Libur Nasional, Bolehkah?

Geser Hari Libur

Apple Magic Keyboard

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Hari ini saya ingin share pemahaman tentang pembayaran upah lembur pekerja di hari libur nasional.

Apakah perusahaan boleh melakukan konversi (penggantian) upah lembur pekerja menjadi pemotongan jam kerja atau penggantian hari libur?

Sembari mensyukuri segala hal baik hari ini, mari kita telaah bersama artikel berikut ini.

Beberapa hari yang lalu saya mendapat pertanyaan dari beberapa rekan-rekan di social media terkait upah lembur mereka yang tidak dibayarkan oleh perusahaan tetapi di konversi dengan pengalihan libur dihari lain atau dengan kompensasi pemotongan jam kerja.

Untuk menjawab pertanyaan rekan-rekan mari kita cek aturan perundang-undangannya terlebih dahulu. Biar tidak gagal paham. Cekidot.

#01 : KETENTUAN KERJA LEMBUR

Kita mulai dari definisi waktu kerja lembur.

Definisi lembur disebutkan pada pasal 1 ayat 1 Kepmenaker No. 102/MEN/VI/2004, yaitu :

“Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah”.

Jadi jika karyawan bekerja di hari istirahat mingguan dan atau hari libur resimi, maka disebut Kerja Lembur.

Hal ini juga diperkuat dari aturan lainnya, di UU 13 Tahun 2003.

Dalam Pasal 85 UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan disebutkan bahwa:

“1. Pekerja/buruh tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi;

2. Pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh untuk bekerja pada hari libur resmi apabila jenis dan sifat pekerjaan tersebut harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus-menerus, atau pada keadaan lain berdasarkan kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha;

3. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan pada hari libur resmi sebagaimana dimaksud ayat (2) wajib membayar upah kerja lembur;

4. Ketentuan mengenai jenis dan sifat pekerjaan sebagaimana dimaksud ayat (2) diatur dengan Keputsan Menteri”

#02 : JENIS PEKERJAAN YANG BOLEH BEKERJA DI HARI LIBUR NASIONAL

Ada beberapa jenis pekerjaan yang memang harus masuk meski dihari libur nasional.

Hal ini diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep-233/Men/2003 tentang Jenis Dan Sifat Pekerjaan Yang Dijalankan Secara Terus Menerus

Dalam Pasal 2 Kepmen-233/Men/2003 Tentang disebutkan bahwa:

“Pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh pada hari libur resmi untuk pekerjaan yang menurut jenis dan sifatnya harus dilaksanakan dan dijalankan secara terus menerus”.

Kemudian Pasal 3 ayat (1) Kepmen-233/Men/2003, sudah ditetapkan mengenai jenis-jenis pekerjaan yang dijalankan secara terus-menerus, yakni:

a. Pekerjaan di bidang pelayanan jasa kesehatan;

b. Pekerjaan di bidang pelayanan jasa transportasi;

c. Pekerjaan di bidang jasa perbaikan alat transportasi;

d. Pekerjaan di bidang usaha pariwisata;

e. Pekerjaan di bidang jasa postel;

f. Pekerjaan di bidang penyediaan tenaga listrik, jaringan pelayanan air bersih (PAM) dan penyediaan bahan bakar minyak dan gas bumi;

g. Pekerjaan di usaha swalayan, pusat perbelanjaan dan sejenisnya;

h. Pekerjaan di bidang media massa;

i. Pekerjaan di bidang pengamanan;

j. Pekerjaan di lembaga konservasi;

k. Pekerjaan-pekerjaan yang apabila dihentikan akan mengganggu proses produksi, merusak bahan, dan termasuk pemeliharaan / perbaikan alat produksi;

Jadi, pekerjaan-pekerjaan di atas, merupakan jenis pekerjaan yang dijalankan terus menerus sehingga boleh bekerja di hari libur nasional.

Bagaimana Persyaratan Pelaksanaan jenis-jenis pekerjaan selain sebagaimana diatur di atas?

Di Pasal 4 Kepmen-233/Men/2003 terdapat persyaratan untuk melakukan hal tersebut :

“Dalam keadaan tertentu pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh pada hari libur resmi berdasarkan kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha”.

Kemudian di Pasal 5 Kepmen-233/Men/2003 terdapat klausul mengenai kewajiban bagi perusahaan sebagai berikut:

“Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 4 wajib membayar upah kerja lembur kepada pekerja/buruh”.

#3 : SANKSI HUKUM

Kewajiban sebagaimana diatur pasal 85 ayat (3) UU Ketenagakerjaan (membayar upah kerja lembur pada hari libur resmi), disertai sanksi pidana dan denda sebagaimana disebutkan di Pasal 187 ayat (1) UU Ketenagakerjaan:

“Bahwa barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam …Pasal 85 ayat (3)… dikenakan sanksi pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (duabelas) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 100.000.000,-(seratus juta rupiah)”.

Cukup menyeramkan ya..hehe.

#04 : KESIMPULAN

  1. Pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh untuk bekerja pada hari libur resmi apabila jenis dan sifat pekerjaan tersebut harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus-menerus;
  2. Dalam keadaan tertentu pelaksanaan lembur harus berdasarkan kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha;
  3. Pengusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh untuk bekerja pada hari libur resmi wajib membayar upah kerja lembur;
  4. Perusahaan yang tidak membayar upah kerja lembur pekerja di hari libur diancam dengan sanksi pidana kurungan dan denda.

So, sah sah saja jika karyawan dipekerjakan di hari libur nasional. Yang terpenting tetap membayarkan upah lemburnya.

jadi bukan dipindahkan hari liburnya. Bukan geser hari libur.

Artikel renyah ini ditulis oleh Yanuar Aditya Putra, S.H., CIRP, seorang praktisi IR dan Advokat.

Beliau merupakan alumni dari Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman dan memiliki sertifikat Advokat Peradi dan CIRP APINDO.

Yanuar Aditya Putra telah berkontribusi sebagai Legal Corporate dan Industrial Relation di berbagai perusahaan di Indonesia, mulai dari perusahaan pertambangan, manufaktur, retail hingga perusahaan pembiayaan.

Anda dapat menghubungi beliau melalui alamat email : [email protected] atau melalui Linkedin DISINI

Ingin dapatkan Ebook HR GRATIS dan Update Artikel Terbaru ManajemenSDM.Net?

Isi Formnya DISINI

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis


Untuk Pertanyaan dan diskusi silakan tulis di komentar atau silakan menghubungi :

Official WA  : 08986904732 (Whatsapp Only)

Email : [email protected]

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

This image has an empty alt attribute; its file name is Supported-By-MSDM-logo-4.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *