5 Langkah Penting Agar Tidak Salah Ambil Pekerjaan

5 Langkah Penting Agar Tidak Salah Ambil Pekerjaan

5 Langkah Penting Agar Tidak Salah Ambil Pekerjaan

5 Langkah Penting Agar Tidak Salah Ambil Pekerjaan

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Pagi ini ada artikel menarik dari salah satu pembaca ManajemenSDM.net

Sembari menikmati udara pagi yang sedang dingin-dinginnya, mari kita telaah bersama artikel hari ini.

Semangat pagi coffee lovers,

Fresh graduate pasti sedang semangat-semangatnya cari kerja, puluhan bahkan ratusan lamaran kerja disebar ke berbagai perusahaan.

Terkadang keinginan untuk mendapatkan pekerjaan secepat mungkin, membuat fresh graduate asal “hajar” saja, tidak menelusuri terlebih dahulu bidang pekerjaan, jenis perusahaan ataupun culture perusahaan yang dilamar.

Ketika mulai melangkah berkarir, banyak diantaranya merasa terjebak keadaan, menyesal mengakibatkan performance menurun, akhirnya tidak lulus masa probation atau resign dan menjadi kutu locat.

Tapi jadi kutu loncat pun ada benarnya, selama ada peluang terbaik kenapa enggak?

Agar kasus “asal hajar” diatas tidak terjadi lagi saya sarankan beberapa hal untuk dicermati sebelum terjun ke dunia karir antara lain:

Langkah #1 : Kenali Perusahaannya

Yang pertama harus dilakukan adalah, pastikan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan.

Mulai dari sejarah perusahaan, budaya perusahaan, hingga aturan yang ada di perusahaan.

Pelajari dengan seksama isi dari kontrak kerja, peraturan kerja bersama atau peraturan perusahaan.

Hal ini sering sekali menjadi permasalahan, seperti contoh karyawan sudah aktif bekerja sampai beberapa bulan namun belum juga menandatangani kontrak kerja maupun mengetahui hak dan kewajibannya.

Artinya jika aturan di perusahaan menyalahi undang-undang, sebaiknya urungkan niat anda untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Langkah #2 : Cek Jaminan Kerja dan Benefit Lainnya

Selanjutnya, perlu cek Benefit dan Jaminan Kerja yang berlaku di Perusahaan.

Cari tahu tentang fasilitas kesejahteraan yang berkaitan dengan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan, jaminan hari tua dll,

Pemerintah telah mewajibkan perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya pada BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Minimal jika ini ada artinya sudah ada jaminan kerja sesuai dengan undang-undang.

Lebih bagus lagi jika ada benefit lain yang lebih baik dari hal tersebut di atas.

— Download : Materi Pembelajaran HRD

Langkah #3 : Pelajari Job descriptionnya

Selanjutnya anda harus menanyakan secara detail apa saja yang menjadi tugas, tanggungjawab dan wewenang anda dalam bekerja sejak hari pertama bekerja.

Dari sini anda mengetahui kira-kira poin mana saja yang akan menjadi penilaian atasan.

Untuk itu anda bisa mengerahkan semua kemampuan dan kompetensi anda.

Sejak awal anda memutuskan untuk berkarir, anda sudah harus memiliki komitmen untuk bekerja dengan performance terbaik anda.

Langkah #4 : Adaptasi

Ini paling sering bikin termehek-mehek, kalau gak tahan banting, sehari aja bisa resign dari kantor baru.

Para senior tidak semua akan bersuka cita menyambut seorang newbie.

Bisa jadi kehadiran newbie akan menjadi ancaman karir mereka.

Santai.. Cairkan suasana, perkenalkan diri, mulai ngobrol atau makan siang bersama rekan kerja.

Dari sini anda bisa mengenal budaya dan karakter rekan-rekan kerja anda meskipun hanya 1 atau 2 orang yang anda ajak makan siang.

Baca : 5 Kiat Jitu Beradaptasi Di Kantor Baru

Langkah #5 : Minta Do’a Restu

Yang terakhir adalah Mohon do’a restu orang tua, hal paling penting dan sering terabaikan, karena bagaimanapun juga sukses kita adalah bagian dari campur tangan orang tua juga, ya kan?

Jadi kesimpulannya, meniti karir bagi fresh graduate yang belum berpengalaman kadang harus dimulai dari bawah atau banting setir keluar jalur dari lingkup pendidikan yang sudah ditempuh.

Tapi anda harus tetap berdo’a, jaga diri, jangan sampai anda merasa terjebak atau kecewa dengan pekerjaan atau perusahaan yang merekrut anda. Tetap Jaga diri, bangun personal branding dan tingkatkan performance anda.

Artikel ini dibuat oleh Lisbet Erlida, S.E., seorang pembelajar yang sangat tertarik dalam dunia HR &GA. Saat ini Lisbeth Erlida adalah seorang HR di salah satu Institusi Pendidikan swasti di Kota Malang, bergabung dengan beberapa organisasi MSDM untuk meningkatkan kompetensi dan pengalamannya.

Anda dapat menghubungi Lisbet Erlida melalui email : lisbeth.erlida@gmail.com


Info Konsultasi, silakan hubungi :

Email : admin@manajemensdm.net

Official WA  : 08986904732 (Whatsapp Only)

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis

7 comments on “5 Langkah Penting Agar Tidak Salah Ambil Pekerjaan
  1. [* Shield plugin marked this comment as “trash”. Reason: Failed GASP Bot Filter Test (comment token failure) *]
    luar biasa…. habis ini diperinci peritemnya yaaa biar lebih sip lagi

  2. mantap tulisannya, semoga banyak fresh graduate yang baca sehingga menimbulkan impak yg lebih besar.
    mungkin saya bisa menambahkan beberapa hal:
    1. tetapkan perusahaan idaman atau yg mau diincar. otomatis kita akan mempelajari keadaan perusahan itu, baik dari sisi remunerasi, benefit, iklim kerja dll dari org2 yg mengetahui atau kenalan yang bekerja disitu.
    2. pastikan bahwa perusahaan idaman adalah perusahaan yg baik, memiliki jenjang karir yg jelas, memiliki budaya merit system, penghargaan terhadap kontribusi dan prestasi, bukan KKN dlsb.
    3. pastikan juga bahwa terbuka kesempatan untuk movement, rotasi, mutasi ke bagian lain atau departmen lain dalam perusahaan, dengan tujuan untuk mengembangkan diri kita didalam perusahaan.
    4. ambil kesempatan apapun asal bisa masuk kedalam perusahaan idaman kita, bahkan misalnya dari level yg paling bawah.
    dengan melakukan hal diatas, akan menghindari kita menjadi kutu loncat dan bisa menimba ilmu sebanyak2nya dari perusahaan idaman dan mengembangkan karir.
    Maaf kalau kepanjangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *