5 Hal Yang Dibenci Karyawan Dari HRD

5 Hal Yang Dibenci Karyawan Dari HRD

Hal Yang Dibenci Karyawan Dari HRD

Hal Yang Dibenci Karyawan Dari HRDSemangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Pagi hari ini saya ingin berbagi artikel menarik mengenai 7 hal yang dibenci karyawan dari seorang HR.

Sembari menikmati udara segar kota Bandung di pagi ini, mari kita telaah bersama artikel hari ini.

HRD atau Human Resource Department merupakan suatu departemen / bagian di dalam Perusahaan yang fokus ngurusi manusia atau bahasa kerennya Sumber Daya Manusia.

Ya namanya juga ngurusi manusia, tentu ada suka dan ada dukanya.

Tentu ada yang pro ada yang kontra. Ada yang senang ada yang benci.

Berikut 7 hal yang dibenci karyawan tentang HRD, dan solusinya. cekidot.

#1 : Job Description Yang Tidak Jelas

Yang pertama adalah jika HRD memberikan penjelasan Job Desc yang tidak lengkap dan tidak jelas.

Bahkan terkadang malah tidak menyampaikan job desc sama sekali.

Sudah pasti hal ini sangat tidak disukai oleh karyawan.

Hal ini sangat bikin greget dan ilfil ke HRD.

Karena karyawan bingung sendiri apa yang yang harus dikerjakan?

Yang ujungnya, mengakibatkan ketidakjelasan pekerjaan, sehingga karyawan tidak mampu memberikan kontribusi yang maksimal.

Sayang banget kan sudah bayar gaji mahal-mahal eh kontribusinya gak maksimal.

Solusinya, HRD harus memiliki job description (uraian kerja) pada setiap posisi di perusahaan.

#2 : Dokumentasi Yang Buruk

Berikutnya yang tidak disukai karyawan dari HRD adalah dokumentasi yang amat buruk.

Dokumentasi ini seperti data absensi, data karyawan, data pemberian sanksi, data performance, alamat karyawan dan lain sebagainya.

Buruknya dokumentasi ini acap kali menyulitkan karyawan dan juga manajemen.

Contohnya, ketika karyawan akan diberikan sanksi karna mangkir, ternyata data absensinya tidak rapih, sehingga perusahaan bingung akan diberi sanksi pada mangkir tanggal berapa dan sudah berapa hari?

Sehingga yang seharusnya dapat di PHK karna mangkir, karena dokumentasinya buruk, tidak mudah untuk eksekusinya

Baca : Jurus Jitu Hadapi Karyawan Mangkir —

Solusinya, pastikan tim HR memiliki SOP dalam penyimpanan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan HRD.

#3 : Belum Ada Training / Pelatihan

Bagi karyawan, khususnya generasi milenial saat ini, pengembangan diri adalah hal yang sangat penting

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk pengembangan diri, dimana salah satunya adalah training / pelatihan.

Baik training dari internal maupun dari eksternal.

Sehingga jika tidak ada training di Perusahaan, akan membuat karyawan gelisah bin gundah gulana.

Karena skill nya tidak ter-upgrade, sedangkan rekan sejawatnya di tempat lain mungkin melejit skillnya karna mengikuti training.

Solusinya, HRD harus menyiapkan kebutuhan training karyawan menggunakan TNA dan menghitung dampak training menggunakan ROTI.

#4 : Tidak Ada KPI Yang Jelas

Selanjutnya hal yang dibenci karyawan dari HRD adalah tidak adanya KPI yang jelas.

Karyawan yang tidak diberi KPI, akan “liar” kinerjanya.

Dia bekerja tanpa arah, karna tidak memiliki target.

KPI merupakan target pekerjaan yang dikerjakan karyawan.

KPI ini ada yang rutin ada pula yang temporary.

Meskipun KPI berada di departemen masing-masing, namun HRD harus memantau dan mencatat KPI dan pencapaiannya.

Fungsinya banyak, salah satunya untuk perhitungan performance karyawan.

Solusinya, HRD harus membuat KPI dan memantau pencapaian KPI dari setiap karyawan.

Baca : Langkah Mudah Membuat KPI

#5 : Rekrutmen Yang Asal-Asalan

Hal terakhir yang saya tulis mengenai yang dibenci karyawan dari HRD adalah tentang Rekrutmen karyawan yang asal-asalan.

Hal ini terjadi jika sedang rekrut karyawan tidak dibarengi tools yang baik.

Sehingga tidak terdeteksi hal-hal yang mungkin nantinya akan merepotkan tim kerjanya.

Misal, karyawan yang temperamental lolos dalam seleksi, sehingga membuat gaduh tim kerjanya.

Solusinya, gunakan tools rekrutmen yang valid, sebaiknya dilakukan oleh psikolog agar hasilnya lebih tepat.

5 hal di atas silakan dijadikan motivasi bagi para praktisi HR agar dapat menjadi seorang HR yang disukai oleh karyawan.

So, agar tidak “dibenci” oleh karyawan, seorang praktisi HR harus perlu membuat :

  1. Job Description yang jelas untuk setiap posisi

  2. SOP yang lengkap untuk tim HRD

  3. TNA (training need analysis) dan ROTI (Return of Training Investment) bagi pengembangan karyawan.

  4. KPI (Key Performance Indicator) setiap karyawan serta memantau pencapaiannya

  5. Tools rekrutment

Bagaimana jika belum memiliki 5 hal di atas?

Solusinya, anda dapat memperoleh referensi / contoh kelima hal di atas dalam Paket Dokumen HR kami.

Demikian artikel hari ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.


Ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar, atau silakan hubungi :

Email : admin@manajemensdm.net

Official WA  : 08986904732 (Whatsapp Only)

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis

 

 

2 comments on “5 Hal Yang Dibenci Karyawan Dari HRD
  1. Poin 2 dan 5 – setuju karena mayoritas dalam kewenangan Dept HR
    Poin 1 yaitu Job Desc – seharusnya dari masing2 Departemen, dan penyusunannya dibantu oleh Dept HR dengan format yang standard
    Poin 3 – Training, ini juga harus dari atasan masing2 berkoordinasi dengan Dept HR
    Poin 4 = Ini HARUS dari atasan masing2, yang membuat KPI bukan dari Dept HR. Seperti Job Desc, HR memfasilitasi dengan format standar dan kriteria2 penilaian, dsb, tapi atasan masing2 yang harus paham apa, berapa dan bagaimana target2 yang diturunkan ke anak2 buahnya. Monitoring juga dari atasannya, HR memfasilitasi dengan adanya People Review bersama dengan atasan masing2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *