5 Hak Lembur Yang Harus Diberikan (Tidak Hanya Upah Lembur)

5 Hak Lembur Karyawan yang Harus Diberikan (Tidak Hanya Upah Lembur)

5 Hak Lembur Karyawan Harus Diberikan (Tidak Hanya Upah Lembur)

5 Hak Lembur Karyawan Harus Diberikan (Tidak Hanya Upah Lembur)

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.Net Pagi ini saya ingin sharing artikel ringan mengenai hak hak karyawan yang timbul apabila melaksanakan kerja lembur. Sembari menikmati udara segar dipagi ini, mari kita telaah bersama artikel hari ini. – Sebagaimana dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa kerja lembur adalah bekerja diluar jam kerja normal. Jika anda ingin mengetahui waktu kerja normal seperti apa, silakan baca artikelnya DISINI Kembali ke laptop. Terkait dengan kerja lembur, tentu muncul hak-hak yang perlu diberikan kepada karyawan. Yang paling umum diketahui adalah kewajiban perusahaan untuk memberikan upah lembur sesuai dengan aturannya. Namun ternyata, selain Upah Lembur karyawan, ada hak-hak lainnya yang perlu diperhatikan oleh Perusahaan dalam pelaksanaan kerja lembur. Apa saja hak hak tersebut? Tim ManajemenSDM.net telah merangkumnya. 5 Hak Lembur Karyawan Harus Diberikan. Cekidot. #1 : Upah Lembur Yang pertama tentu adalah upah lembur. Setiap karyawan yang melaksanakan kerja lembur, wajib dibayarkan upah lembur. Namun hal ini tidak berlaku untuk golongan jabatan tertentu. Golongan Yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu adalah mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai pemikir, perencana, pelaksana dan pengendali jalannya perusahaan Pekerjaan mereki ini waktu kerjanya tidak dapat dibatasi menurut waktu kerja yang ditetapkan perusahaan sesuai denga peraturan perundang-undangan yang berlaku. Umumnya, golongan jabatan tertentu ini disebutnya sebagai golongan manajerial. Oiya, Baca DISINI untuk mengetahui cara menghitung lembur karyawan. #2 : Tidak Boleh Lembur Berlebihan Meskipun kerja lembur itu artinya bekerja diluar jam kerja normal, namun bukan berarti bisa bebas jumlah jamnya. Dalam sehari, batas maksimal kerja lembur adalah sebanyak 3 jam Dan dalam seminggu maksimal kerja lembur adalah sebanyak 14 jam. Ketentuan ini tidak berlaku untuk kerja lembur pada saat istirahat mingguan atau hari libur resmi. #3 : Istirahat Secukupnya Hak lainnya yang harus diberikan adalah adanya istirahat secukupnya. Secara detail tidak disebutkan ketika kerja lembur batasan istirahatnya berapa lama setelah bekerja berapa lama. Namun bisa dijadikan acuan dalam UU 13/2003 pasal 79 ayat (2) huruf a, yaitu setelah bekerja 4 jam terus menerus, harus diberikan istirahat sekurang-kurangnya setengah jam. — Baca juga : Download kumpulan Template CV keren #4 : Memberikan Makanan dan Minuman Bagi karyawan yang lembur tiga jam atau lebih, wajib diberikan makanan dan minuman sekurang-sekurangnya 1.400 kalori. Pemberian makan dan minum ini harus dalam bentuk makanan dan minuman, bukan dalam bentuk uang. #5 : Jika Lebih Baik, Tetap Berlaku Yang terakhir adalah, jika dalam pelaksanaannya pemberian upah lembur di Perusahaan sudah lebih baik dari aturan undang-undang, maka aturan di Perusahaan tersebut tetap berlaku. Sehingga menurut penulis tidak boleh diturunkan menjadi sesuai undang-undang. – Demikianlah sedikit sharing dari saya, semoga bermanfaat untuk anda. Salam HR ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis
Untuk Pertanyaan dan Diskusi silakan menghubungi : Email : admin@manajemensdm.net Official WA  : 08986904732 (Whatsapp Only) ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *