3 Tingkah Job Seeker Yang Bikin HR Gregetan

Job Seeker

Two Person in Formal Attire Doing Shakehands

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Artikel kali ini merupakan curhatan praktisi HR, khususnya tim recruitment.

Curhatan yang berkaitan dengan tingkah laku para jobseeker yang kadang ajaib bin unik.

Sembari menikmati Silverqueen Chunky Bar yang maknyus, mari kita telaah artikel hari ini.

Menjadi seorang HR tidaklah mudah.

Kadang butuh kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi para karyawan dan juga para calon karyawan.

Mau Kaos HR diatas? Klik DISINI

Dan yang tidak kalah gregetan adalah dari tim recruitment, menghadapi tingkah laku para jobseeker.

Berikut 3 Tingkah Job Seeker yang Bikin HR Gregetan :

#1 : Mengirim Email Lamaran Tanpa Judul dan Body Text

Ini sering dikeluhkan oleh para recruiter.

Seringkali jobseeker mengirimkan email lamaran tanpa judul sama sekali, dan bahkan tanpa body text / ucapan apapun.

Mengapa ini bikin HRD / Recruiter gregetan?

Patut diingat, HRD / Recruiter bukanlah paranormal atau cenayang, yang bisa tahu email masuk ini untuk kebutuhan apa.

Sehingga cukup merepotkan jika harus dicek satu per satu email, dibuka attachmentnya, dibaca, dan seterusnya.

Bayangkan jika email yang masuk ada 100, 300 bahkan 1.000 email.

Merepotkan luar biasa.

Dan dampaknya ya kadang email tersebut diabaikan recruiter.

Sayang sekali bukan, sudah ngirim email dengan penuh harap, eh terlewatkan begitu saja oleh recruiter.

#2 : Memasukan Lamaran Tidak Sesuai Spesifikasi Lowongan

Ini juga, tingkah polah jobseeker yang bikin HR gregetan.

Biasanya recruiter / HR sudah cukup jelas menuliskan spesifikasi yang dibutuhkan untuk sebuah posisi lowongan kerja.

Misal sebuah lowongan kerja tertulis : 

PT Senggol Bacok sedang membutuhkan seorang Ahli Las Di Dalam Laut untuk ditempatkan di Lautan Penuh Kenangan.

 Spesifikasinya, Lulusan Teknik Mesin dan harus memiliki sertifikat Ahli Las Di Dalam Laut.

Tiba tiba ada lamaran masuk ke meja atau inbox email HR.

Dan zonk.

Yang melamar ada yang lulusan ekonomi, lulusan teknik pangan, lulusan ilmu komunikasi, dan jurusan lainnya yang tidak sesuai spesifikasi.

Ditambah juga tidak memiliki sertifikat yang dipersyaratkan.

Ada jobseeker yang beralasan, kan namanya usaha, siapa tahu pas ada kebutuhan sesuai kemampuan saya.

Well, iya husnudzon itu baik, namun jika seperti itu, yang ada recruiter malah gregetan dan tidak tertarik.

Karena artinya jobseeker ini tidak memahami persyaratan lowongan yang dibuka.

Sayang dong, udah aji mumpung ngirim berharap diterima, eh malah tidak disukai.

#3 : Menanyakan Sesuatu Yang Sudah Jelas Tertulis Di Lowongan Atau Yang Tidak Berhubungan

Ah ini juga yang suka bikin gregetan.

Lagi lagi entah ini karena ketidaktelitian jobseeker atau karna job seeker ini males baca.

Sama seperti contoh di atas.

Misal sebuah lowongan kerja di Linkedin tertulis : 

PT Senggol Bacok sedang membutuhkan seorang Ahli Las Di Dalam Laut untuk ditempatkan di Lautan Penuh Kenangan.

Spesifikasinya, Lulusan Teknik Mesin dan harus memiliki sertifikat Ahli Las Di Dalam Laut.

Kemudian jobseeker penuh antusias isi komen dan bertanya :

“Pak/Bu saya tertarik posisi tersebut, mau tanya, penempatannya dimana kah?”

“Dear recruiter, saya berminat posisi tersebut, apakah ada untuk penempatan di Jakarta?”

atau bahkan yang lebih bikin gregetan,

“Saya tertarik posisi itu, apakah boleh jika saya lulusan ekonomi dan tidak bisa mengelas?”

Bikin gregetan kan..hehehe

Punya pengalaman gregetan lainnya?

Silakan tulis dikolom komentar ya, biar makin banyak jobseeker sadar dan tidak berbuat yang bikin gregetan lagi.

Demikian artikel hari ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Salam HR

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis


Untuk Pertanyaan dan diskusi silakan tulis di komentar atau silakan menghubungi :

Official WA  : 08986904732 (Whatsapp Only)

Email : [email protected]

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *